Berdasarkan teori-teori Durkheim, Freud, dan sebagainya mengenai agama. Banyak hal yang dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk saya untuk tidak menjugde bahwa agama lain salah dan hanya agama saya yang benar. Semua itu adalah opini masing-masing individu dan tidak ada satu orang pun yang berhak menjugde agama lain salah. Masing-masing agama mempunyai referensi kebenaran. Saya yakin dengan agama yang saya peluk dan yakin bahwa saya mempunyai Tuhan. Saya yakin bahwa Tuhan itu ada. Sekali pun ada orang yang tidak percaya adanya Tuhan, saya tidak bisa mengatakan dia sesat atau salah. Itu adalah pilihan hidup dia. Hidup adalah pilihan.
Sebuah lukisan yang di pajang pada pameran lukisan tidak mungkin ada tanpa ada yang membuatnya. Adanya sebuah lukisan disebabkan karena ada orang ahli pada bidang itu yang membuatnya. Itu adalah gambaran kecil yang dapat saya ambil untuk berfikir secara logis bahwa pasti adanya pencipta dan hasil dari yang diciptakan. Pelukis adalah pencipta lukisan dan lukisan itu sendiri adalah hasil yang diciptakan. Hal itu berkaitan antara Tuhan dan manusia. Saya termasuk orang yang percaya bahwa Tuhan itu ada (Theis)
Lukisan tidak akan pernah ada jika tidak ada yang mencipakannya atau membuatnya. Sama halnya manusia tidak akan pernah ada di muka bumi ini jika tidak ada yang menciptakannya. Lalu siapakah yang menciptakan manusia? Tidak mungkin manusia akan ada begitu saja. Tuhan lah yang menciptakan manusia dari segumpal tanah lalu diberi nyawa kemudian jadilah seorang manusia.
Melihat alam yang sangat luar biasa keindahannya yaitu adanya pegunungan, laut, danau, air terjun, matahari, bintang, bulan, planet-planet, dan sebagainya. Semua itu ada sebelum manusia ada. Lalu semua itu bukan juga ciptaan manusia. Semua itu tidak mungkin ada begitu saja tanpa ada yang menciptakan. Lagi–lagi dari situlah kenapa saya percaya bahwa ada yang menciptakan seluruh alam termasuk makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Tuhan lah yang menciptakan semuanya itu dan dari situlah penyebab saya percaya bahwa Tuhan itu ada. Mengapa? Dengan menyaksikan alam yang begitu indah ini yang tidak mungkin manusia yang menciptakan, akal saya disini terus berfikir dan berfikir. Begitu juga adanya tsunami, gunung meletus, gempa bumi, dan sebagainya. Fenomena tersebut terjadi karena ada yang menghendaki atau ibarat di dunia perfilman ada sutradara yang mengatur jalannya cerita dan sebagainya. Sama halnya dengan ini, Tuhan yang menghendaki adanya bencana tersebut dan Tuhan yang mengatur jalannya kehidupan ini.
Tuhan yang saya percaya adalah Allah SWT. Saya sangat yakin bahwa Allah SWT adalah Tuhan saya. Tuhan yang menciptakan saya menjadi seorang manusia berjenis kelamin perempuan yang lahir dari rahim ibu saya. Apakah saya pernah melihat Allah SWT? Jawabannya adalah belum pernah melihatNya. Lalu bagaimana saya dapat percaya bahwa Allah SWT itu adalah Tuhan saya kalau saya belum pernah melihatnya sama sekali? Walaupun saya belum pernah melihatNya tapi saya tetap yakin bahwa Allah SWT itu ada. Keyakinan saya berdasarkan pemikiran logis saya bahwa Tuhan berbeda dengan makhluk yang diciptakanNya. Seorang Pelukis berbeda dengan lukisannya. Sekalipun pelukis melukis wujud manusia namun ia tidak bisa memberikan nyawa kepada lukisan tersebut sehingga lukisan itu hanyalah benda mati dan berbeda dengan pelukisnya. Begitu juga dengan Seorang pemahat patung berbeda dengan patung yang dibuatnya. Walaupun patungnya sama berbentuk manusia tetapi tetap saja patung itu tidak bernyawa. Begitu juga dengan Allah SWt, seluruh alam dan makhluk hidup yang Allah ciptakan dapat dilihat dengan kasat mata, tetapi karena Allah SWT berbeda dengan makhluk ciptaannya maka Allah SWT tidak dpat dilihat. Allah SWT itu seperti cinta. Cinta tidak dapat dilihat dengan kasat mata tapi hanya bisa dirasakan. Begitu juga dengan Allah SWT. Allah tidak dapat dilihat dengan kasat mata tetapi dapat dirasakan keberadaanNya. Bagaimana saya merasakan keberadaan Allah SWT? Saya merasakan keberadaan Allah SWT di hati saya. Allah SWT ada di hati saya karena saya mencintai Allah SWT.
