Melalui doa Ibu yang tulus, sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin berkat ridha Allah swt.
Simaklah kisah berikut ini.
Pada suatu hari ada seorang gadis yang sangat antusias untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Sang gadis sudah melakukan berbagai hal agar bisa mewujudkan impiannya seperti mengintropeksi diri dimana minat, bakat, dan potensi sang gadis sebenarnya dan membeli buku snmptn untuk belajar. Hal itu dilakukan agar jurusan yang diambil nanti tidaklah salah pilih. Sang gadis pun melakukan konsul dengan guru BK, orantua, serta kakak-kakaknya.
Sang gadis sangat antusias untuk mengambil jurusan sastra jepang di sebuah universitas ternama di Jakarta. Namun, ketika semangatnya membara untuk mewujudkan hal itu tidaklah sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Sang gadis mengetahui bahwa orantuanya sama sekali tidak mempunyai uang untuk membiayai kuliahnya, bahkan untuk mengikuti snmptn yang seharga ratusan ribu pun orangtua sang gadis tidak dapat memberinya. Namun, orangtua sang gadis terutama sang ibu tetap memberikan semangat kepada sang gadis agar tidak patah semangat dan bersabar untuk menunggu sampai uang ada.
Sang gadis sadar bahwa ia tidak bisa diam saja dengan masalah yang dihadapinya. Menunggu kepastian yang dijanjikan oleh orangtuanya yang belum pasti kapan datangnya. Sang gadis pun meyadari bahwa ia masih mempunyai seorang gadis yang masih duduk dibangku SD yang harus masih dibiayai. Belum lagi kakak-kakak dari sang gadis yang belum mempunyai gelar apapun. Menyikapi hal ini sang gadis bertekad untuk tidak membebankan orangtua lagi.
Seorang sahabat sang gadis memberikan kabar mengenai kuliah yang bebas biaya (beasiswa). Namun hanya terdapat dua (2) jurusan yaitu Pendidikan Bahasa Inggris dan Matematika. Sang gadis berfikir apa yang seharusnya ia ambil ? Bahasa inggris ia tidak terlalu suka dan matematika ia hanya menyukai tetapi tidak menguasai semua materi yang ada dalam matematika dikarenakan ia siswa yang bukan jurusan IPA maupun IPS. Namun, demi tekadnya yang ingin tetap bisa kuliah akhirnya sang gadis memutuskan untuk mencoba mengikuti tes masuk tersebut dengan mengambil jurusan pendidikan matematika.
Sang gadis yakin bahwa jika ia menyukai apa yang ia lakukan maka pasti selalu ada jalan untuk melewatinya walaupun sulit. Namun, ada saja orang-orang disekelilingnya ada yang menyepelekannya bahwa hanya jurusan IPA saja yang bisa mengambil jurusan itu. Di sisi lain banyak juga yang mendukung gadis ini bahwa gadis ini mempunyai bakat Matematika. Sang gadis pun meceritakan semua kejadian ini kepada ibunya.
Sang ibu berkata, " Jika kamu sudah memutuskannya dan sudah yakin dengan apa yang kamu pilih, maka jangan hiraukan apa yang oranglain katakan tentang dirimu. Tetaplah yakin dan semangat , jangan lupa untuk selalu berdoa kepa Allah SWT. Ibu yakin bahwa kamu pasti mendapatkan beasiswa itu karena ibu selalu mendoakanmu dikala tengah malam kalian semua masih tertidur".
Tes masuk pun sudah dilakukan sebanyak 3 tahap. Salah satunya ialah praktik mengajar anak jalanan. Sang gadis mengadu kepada ibunya di tahap ini ia sangat berkecil hati karena sang gadis merasa tampil dengan buruk. Sang gadis menangis dan merasa bahwa ia telah gagal dan tidak akan mendapatkan beasiswa itu. pada tahap lain pun sang gadis tidak mengerjakan soal dengan maksimal, bahkan dari 30 soal ia hanya yakin 10 nomor saja.
Sang ibu selalu memberikan semangat kepada sang gadis dan selalu berkata, " kamu jangan berkecil hati, serahkan semua kepada yang maha kuasa. ibu yakin bahwa kamu mendapatkan beasiswa itu. Ibu selalu mendoakanmu nak dan percayalah"
Pengumuman mengatakan bahwa sang gadis lulus mendapatkan beasiswa dan terdaftar sebagai mahasiswa utama bukan mahasiswa cadangan. Puji syukur atas rahmat Allah SWT. Doa sang ibu memang mujarab.

0 komentar:
Posting Komentar