Minggu, 25 September 2011

Baru Sadar Setelah Dua (2) Tahun


broken-heart
       Terdapat seorang gadis yang cantik, mau belajar, dan positif thinking. Gadis tersebut masih duduk di kelas dua (2) SMA dan baru saja mengenakan kerudung. Pada awalnya semua baik-baik saja, gadis ini menjalani masa remaja dengan penuh semangat dan ceria. Sosialisasi terhadap teman-temannya cukup bagus dan sangat antusias belajar mengenai akademik maupun non akademik, aktif mengikuti ekstrakurikuler. Tak lupa gadis ini sangat mencintai Ibunya dan selalu tidak ingin melukai hati ibunya.
        Suatu ketika gadis ini dipertemukan oleh seorang pria dimana pria ini langsung jatuh cinta pada gadis ini. Mungkin terlalu singkat untuk menyukai wanita yang baru saja ditemui, namun gadis ini tidak dapat membohongi perasaannya bahwa ia juga suka dengan pria yang baru saja dikenalnya. Akhirnya mereka pun "jadian".
         Ibu sang gadis ini pun mengetahui bahwa anak gadisnya sudah mempunyai pacar, namun sang ibu tidak menyetujui hubungan gadis ini dengan alasan penampilan pria ini tidak baik (berantakan) dan tidak pantas untuk anaknya karena pria ini bukan pria baik-baik. Ibu ini pun melarang anaknya berpacaran dengannya dengan alasan demi kebaikan sang anak agar harus pilih-pilih dalam memilih sang pacar. Sang ibu langsung menyuruh sang anak putus dengan pacarnya. Sang gadis hanya diam tanpa kata.
         Sang gadis tidak menuruti keinginan ibunya. Dalam hatinya ia ingin membuktikan kepada sang ibu bahwa cara menilai seseorang tidak hanya dilihat dari penampilan, sang gadis ingin membuktikan bahwa pacarnya ialah pria yang baik dan dapat memberikan pengaruh positif kepada dirinya. Sang gadis menjalin hubungan backstreet dengan sang pacar. Sang gadis sangat yakin sang pacar seorang yang baik dan memang serius dengannya. Sang gadis dan sang pacar menjalin komitmen bahwa mereka akan jujur kepada ibu sang gadis setelah mereka berdua dapat mewujudkan visi misnya yaitu sukses terlebih dahulu bersama-sama.
         Perjuangan sang gadis pun tak kunjung henti, ia selalu mewujudkan rasa sayang kepada pacarnya dengan semangat ia untuk belajar sampai akhirnya satu tahun kemudian sang gadis lulus SMA dengan mendapat penghargaan "siswa yang mendapat nilai UAN dan UAS terbaik ke-2 di kelas" dan kuliah dengan beasiswa tanpa membebankan orantuanya. Selama SMA gadis ini selalu ada buat pacarnya dalam keadaan apapun. Menerima pacarnya apa adanya dan tidak memandang latar belakang pacarnya seperti apa, dan selalu menyemangati pacarnya untuk mencapai cita-citanya.
         Masa kuliah adalah masa-masa gadis ini sibuk menjalani aktifitas, namun gadis ini selalu tidak lupa untuk berusaha selalu kasih kabar kepada pacarnya agar tidak khawatir walaupun tidak sesering waktu SMA. Kesibukan sang gadis membuat sang pacar berpaling. Sang pacar menyari-nyari kesalahan sang gadis pada awalnya. Sampai pada akhirnya sang gadis mengetahui sang pacar selingkuh dengan mudahnya , melupakan semua komitmen yang udah dijanjikan dan melupakan visi misi. Sang gadis memutuskan hubungan ini.
         Sang gadis sadar bahwa ia telah melukai hati ibunya. Walaupun sang ibu tidak mengetui hal ini dan sang ibu hanya bangga dengan prestasi anaknya, namun dengan kebohongan sang gadis mengenai backstreet sangat membuat gadis ini menyesal tiada tara. Prestasi yang diraih sang gadis tidak sebanding dengan kebohongan yang telah dilakukan selama dua (2) tahun. Sang gadis sadar bahwa apa yang dikatakan ibunya mengenai sang mantan ialah benar adanya. Sang gadis sangat menyesal tidak menuruti apa yang dikatakan sang ibu. Namun, penyesalan tiada guna. Sekarang yang dilakukan sang gadis ialah selalu menuruti perkataan ibu yang selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan berusaha sekeras mungkin agar tidak melukai hati sang ibu. Sang gadis berjanji bahwa ia akan selalu mendengar nasehat ibunya yang baik-baik.

0 komentar:

Posting Komentar