Harapan saya dan Tanggapan Pribadi
Pertama kali saya mendengar mata kuliah “Humanistic Studies”, yang ada dalam benak saya ialah saya akan mempelajari mengenai kewarganegaraan atau biasa kita kenal dengan sebutan PKN. Namun, ternyata lebih dari itu.
Pertemuan pada Rabu lalu telah dijelaskan apa saja yang akan kita pelajari pada mata kuliah Humanistic Studies. Menurut sepemahaman saya berdasarkan yang sudah dijelaskan ialah mata kuliah ini akan mempelajari berbagai hal yang berkaitan tentang kehidupan. Berikut saya akan memaparkan beberapa inti-inti yang akan dipelajari.
1. Mempelajari mengenai bagaimana kita mengetahui dan mengenal secara mendalam mengenai identitas diri. Contoh: Apakah arti dan makna dari nama kita? Bagaimana kita bisa menyebut diri kita adalah orang betawi, sunda, batak, dll? Kenapa kita memeluk agama islam, Kristen, budha, hindu, dll? Jika anda adalah muslim lalu masuk ke gereja, apakah anda yakin anda masih dalam keadaan muslim atau sebaliknya?
2. Mempelajari bagaimana menyikapi mengenai perbedaan ras, budaya, agama. Contoh: bagaimana kita menanggapi perbedaan agama, ras, dan budaya?
3. Membahas masalah umum atau pendapat. Contoh: Apakah seorang perempuan lemah? Jika Pancasila no.1 diganti menjadi ketuhanan berdasarkan syariat islam, bagaimana menurut kita? Setuju atau tidak? Mengapa?
Masih banyak hal-hal yang belum saya ketahui apa yang akan dipelajari berikutnya. Berdasarkan pemaparan di atas, menurut saya mata kuliah ini ada hubungannya dengan antropologi atau lebih kepada filsafat-filsafat.
Berdasarkan inti-inti yang sudah dipaparkan di atas, mata kuliah ini salah satunya akan mempelajari bagaimana cara menyikapi perbedaan ras, budaya, dan agama. Jika ditanya bagaimana saya menanggapi atau menyikapi hal tersebut? Maka berikut saya uraikan menurut saya pribadi.
Saya merupakan orang yang fanatik jika ditanya masalah agama, namun rasa fanatik saya tidak menimbulkan kebencian terhadap pemeluk agama lain. Rasa fanatik saya merupakan karena keyakinan saya dengan apa yang saya pegang, namun fanatik itu bukan suatu hal yang buruk menurut saya karena saya bisa mengontrol diri saya sendiri. Cara saya mengontrol rasa fanatik saya ialah menghargai pemeluk agama lain.
Menurut saya perbedaan itu indah jika kita bisa saling menghargai, menghormati, dan menyayangi satu sama lain. Walaupun seseorang ataupun sekelompok itu berbeda agama, ras, dan budaya dengan saya, jika mereka dapat berbuat baik dan menghargai saya maka saya akan melakukan hal yang sama. Namun, dibalik kelebihan saya yang dapat bersikap positif terhadap perbedaan, saya sadar bahwa saya memiliki kekurangan yaitu terkadang saya mempunyai stereotype terhadap sekelompok tertentu.
Sebagai seorang mahasiswa tentunya saya mempunyai harapan pada mata kuliah Humanistic Studies. Berikut beberapa harapan saya pada mata kuliah ini:
1. Dapat lebih mengenal identitas saya sendiri bukan hanya sekedar nama.
2. Menjadi mahasiswi yang kritis dalam hal apapun sehingga pengetahuan dan wawasan saya luas.
3. Dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan ini pada kehidupan sehari-hari.
4. Sebagai seorang mahasiswa Sampoerna School of Education tentunya di tuntut untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, jadi saya mengharapkan agar dengan memahami Humanistic Studies ini saya juga dapat memaksimalkan nilai saya pada mid-term dan final exam nanti.
5. Menjadi manusia yang dapat berinteraksi dan bersosialisai dengan baik tanpa mendiskriminasikan satu sama lain hanya karena perbedaan ras, budaya, agama, pendapat, dll.

2 komentar:
Bagaimana cara membuat perbedaan itu menjadi indah? Karena biasanya perbedaan melahirkan permusuhan dan perselisihan.
Essay yang keren
Oke Pak . Makasih komentarnya. saya akan jelaskan bagaimana membuat perbedaan itu menjadi indah. hehe .
Posting Komentar